MODUL PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs

MODUL PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs,MODUL BK SMP/MTS,MODUL BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs,BIMBINGAN KONSELING,MODUL BIMBINGAN KONSELING

MODUL PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs - PELAJAR MEDIA

Ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk menjaga keterampilan guru tetap up-to-date. Ini disebut pengembangan profesional berkelanjutan (PKB), dan penting dilakukan dengan cara yang memenuhi kebutuhan tersebut. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan bagian penting dari proses pengembangan siswa, dan mereka perlu membangun kapasitas diri mereka sendiri sehingga mereka dapat memberikan layanan berkualitas tinggi untuk program BK.

Gambar 1.1. Modul Pembelajaran Bimbingan Konseling SMP/MTs - PELAJAR MEDIA


MODUL PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs - PELAJAR MEDIA

Profesionalisme atau kualitas guru BK bukan hanya tentang bagaimana guru BK membantu siswa dalam tugas perkembangannya. Hal ini juga berkaitan dengan seberapa baik guru BK melakukan tugasnya. Masalah profesionalisme guru BK lebih dari sekadar bagaimana seorang guru BK menambah pengetahuan, wawasan, dan keterampilan baru serta mampu dan mau meningkatkan kompetensinya. Hal ini dapat dijadikan sebagai acuan dan alat refleksi dalam mengembangkan profesionalismenya sebagai seorang pendidik. Artinya, tugas seorang guru BK tidak hanya membantu siswa mempelajari tugas-tugas perkembangannya, tetapi juga terus belajar. 


MODUL PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs - PELAJAR MEDIA

Modul Pembelajaran 1 untuk guru BK membahas tentang ruang lingkup pengembangan profil guru Bimbingan dan Konseling di tingkat Madrasah Tsanawiyah yang merupakan tempat guru BK berada di sekolah. Modul ini memiliki dua Unit Pembelajaran: 1) rekonstruksi profil guru Bimbingan dan Konseling di tingkat Madrasah Tsanawiyah, dan 2) pembahasan etika profesi dan cara mengikutinya. Guru Bimbingan dan Konseling tingkat Madrasah Tsanawiyah akan menggunakan dua unit pembelajaran untuk membantu mereka memikirkan dan mengevaluasi keterampilan dan sifat mereka sendiri sebagai ahli di bidangnya. 


MODUL PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs - PELAJAR MEDIA

Pembelajaran modul 1 untuk guru BK menggunakan pendekatan hands-on dengan meminta guru melakukan studi reflektif untuk setiap kegiatan. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar para guru BK memikirkan dan mengevaluasi layanan program BK yang telah dilakukan di sekolahnya. Modul 1 juga memberikan kesempatan kepada guru BK untuk memikirkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi guru yang baik.


MODUL PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs - PELAJAR MEDIA

Ada tujuan utama untuk Modul 1 proyek profil guru BK: 

  1. Refleksi Sifat Guru Bimbingan dan Konseling di MTs, sesuai dengan keterampilan yang harus dimiliki. 
  2. Pikirkan tentang apa yang perlu Anda ketahui tentang teori dan praktik konseling untuk membantu orang. 
  3. Pikirkan tentang seberapa banyak yang Anda ketahui dan yakini tentang etika BK. 
  4. Membuat perencanaan untuk membangun citra positif guru BK di MTs. 
  5. Membuat rencana peningkatan kualitas pelayanan BK di MTs. 


MODUL PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs - PELAJAR MEDIA

Berikut hasil yang diharapkan dari modul 1: 

  1. Guru BK mampu memikirkan kemampuan pedagogik dan profesionalnya sendiri sehingga dapat membantu siswa. 
  2. Guru BK mampu merencanakan tindakan yang tepat untuk membangun citra positif insan BK di satuan pendidikan. 
  3. Guru BK dapat menemukan cara untuk meningkatkan kualitas layanan konseling di MTs.

Teori dan praktis pendidikan adalah dua hal yang harus dikuasai secara bersamaan oleh siapapun yang bergerak di dalam dunia pendidikan. Secara teori, pendidikan merupakan proses tentang bagaimana pengetahuan itu seharusnya dilaksanakan. Sedangkan praksis pendidikan adalah pelaksanaan pendidikan secara nyata. Keduanya tidak bisa dikuasai secara terpisah, karena teori mengandalkan praktik dan praktik harus berlandaskan pada teori.

Dalam penguasaan teori dan praksis pendidikan, pelaksanaan Pendidikan bukan hanya sekedar usaha mentransfer informasi dan pemberian keterampilan kepada peserta didik saja. Lebih dari itu, pendidikan sejatinya bertujuan untuk memfasilitasi tugas perkembangan secara optimal dari setiap peserta didik sebagai pribadi. Sehubungan dengan hal tersebut, pendidikan hendaknya bersifat menyeluruh dan tidak hanya berupa kegiatan pelayanan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, tetapi juga pada pemberian layanan melalui Bimbingan dan Konseling. Dengan demikian maka hasil dari pendidikan yang sesungguhnya akan tercermin pada pribadi peserta didik yang berkembang dengan baik dalam hal akademik, psikologis maupun sosialnya.

Menguasai kerangka teoritik dan praksis pendidikan merupakan salah satu kompetensi pedagogik seorang guru Bimbingan dan Konseling yang harus dibarengi dengan penguasaan kompetensi profesional dalam hal penguasaan esensi teori dan praksis Bimbingan dan Konseling. Setelah seorang guru Bimbingan dan Konseling menguasai keduanya maka diharapkan bisa merefleksikan dan bisa merubah citra diri seorang guru Bimbingan dan Konseling menjadi guru Bimbingan dan Konseling yang ideal baik secara pedagogik maupun secara profesional.

Namun kondisi aktual yang terjadi di lapangan, meskipun para guru Bimbingan dan Konseling tersebut sudah memiliki masa kerja yang cukup lama menjadi seorang guru, namun guru Bimbingan dan Konseling kadangkala menghadapi kendala dalam praktek profesionalnya khususnya dalam penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional diatas. Kendala tersebut muncul dikarenakan berbagai problematika baik dari tingkat pusat, daerah, tingkat satuan pendidikan, bahkan faktor internal dari guru Bimbingan dan Konseling itu sendiri.

Salah satu acuan yang bisa dijadikan solusi atas kendala dalam pengembangan praktek profesional tersebut adalah kegiatan refleksi terhadap teori dan praksis pendidikan serta refleksi terhadap teori dan praksis Bimbingan dan Konseling. Guru Bimbingan dan Konseling baik secara individu maupun secara peer group nya jarang sekali melakukan proses refleksi untuk melakukan sejumlah perbaikan kinerja profesionalnya Oleh karena itu refleksi ini dapat dijadikan literatur utama guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan strategi-strategi baru dalam menyelesaikan permasalahan terkait profesionalitas kinerjanya tersebut. Di modul 1 unit pembelajaran 1 ini akan dibahas mengenai refleksi teori dan praksis Bimbingan dan Konseling. Refleksi merupakan kendaraan yang sangat penting bagi guru Bimbingan dan Konseling untuk memenuhi keluasan dan kedalaman dalam penguasaan teori dan praktis Bimbingan dan Konseling.

Setelah guru Bimbingan dan Konseling mampu merefleksikan penguasaan teori yang ada berasarkan landasan keilmuan, selanjutnya hasil dari refleksi teori tersebut dapat digunakan untuk bekal guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik.

Aplikasi dalam Kehidupan

Penguasaan baik secara teoritis maupun praktik pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam rangka membantu peserta didik dalam mencapai tugas perkembangan dan pengembangan potensinya secara optimal dengan tetap berpegang teguh pada kode etik profesi, mengandung makna bahwa seorang guru Bimbingan dan Konseling tidak hanya dituntut untuk menguasai konsep pelayanan dari Bimbingan dan Konseling saja, tetapi juga harus mampu mengaplikasikannya dalam penyelenggaraan pelayanan Bimbingan dan Konseling secara konkret.

DOWNLOAD MODUL PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs - PELAJAR MEDIA

MODUL BK MTS UP 1-2

MODUL BK MTS UP 3-4

MODUL BK MTS UP 5-6

BERITA TERKINI PKB
Posting Komentar
komentar teratas
Terbaru dulu
Daftar Isi
Tautan berhasil disalin.