HEADLINE
---

MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIONALAN BERKELANJUTAN (PKB) KEPALA MADRASAH

PELAJAR MEDIA - MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIONALAN BERKELANJUTAN (PKB) KEPALA MADRASAH

Indonesia memiliki sistem pendidikan ganda, dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengawasi pengajaran umum di sekolah-sekolah dan Kementerian Agama mengawasi pendidikan agama di madrasah dan pesantren. Melalui sistem ini, Kementerian Agama, yang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan formal melalui madrasah, didedikasikan untuk memastikan bahwa semua anak (Pendidikan untuk Semua) mendapat manfaat dari penawaran pendidikannya.

Gambar 1.1. Cover MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIONALAN BERKELANJUTAN (PKB) KEPALA MADRASAH - PELAJAR MEDIA

Salah satu ekspresi pendidikan untuk semua (School For All) adalah terwujudnya sistem pendidikan inklusif bagi siswa penyandang disabilitas (disabled). Sistem pendidikan ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan akses pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas (ABK) atau anak-anak terpinggirkan untuk mengintegrasikan mereka ke dalam madrasah reguler, tetapi juga dengan meningkatkan partisipasi dalam pembelajaran, mengidentifikasi dan membantu pengurangan atau penghapusan kesulitan belajar, dan sepenuhnya mengintegrasikan siswa penyandang cacat di madrasah.

Secara teori, pendidikan inklusif membantu tidak hanya siswa penyandang disabilitas, tetapi juga instruktur dan pendidik dengan meningkatkan rencana dan taktik pembelajaran dan memungkinkan mereka untuk membangun suasana dan kelas yang ramah bagi semua orang. Di sisi lain, anak-anak yang bukan ABK memperoleh peningkatan kemampuan berpikir lateral dan sosial (Stubbs. S, 2008). Pendidikan inklusif juga akan memberikan tantangan kepada instruktur untuk keluar dari “zona aman” di mana pembelajaran selalu berpusat pada guru (teacher center), bukan berpusat pada siswa. Pengetahuan dan kemampuan pendidik dalam menentukan besarnya kesulitan fungsional dan kapasitas siswa untuk belajar dan terlibat merupakan variabel penting dalam menentukan keberhasilan mereka dalam proses pembelajaran di kelas, khususnya untuk anak berkebutuhan khusus. Ini tidak diragukan lagi akan membantu pendidik dalam merencanakan dan menerapkan teknik pembelajaran responsif seperti pembelajaran kooperatif dan diferensiasi instruksional melalui adaptasi materi dan penggunaan taktik yang beragam selama proses pembelajaran. Tentu, semua ini tidak mungkin terjadi tanpa menyebut peran strategis Kepala Madrasah sebagai faktor pendorong di balik penciptaan madrasah inklusif.

Seorang pendidik profesional harus mampu mengelola kelas secara efektif dan menyediakan lingkungan yang kondusif untuk belajar (bersenang-senang). Pembelajaran inklusif di kelas diawali dengan kemampuan guru menyelenggarakan pembelajaran secara elegan dan nondiskriminatif, keahliannya dalam memotivasi semua siswa tanpa terkecuali, dan adanya keselarasan atau perluasan skema atau pengetahuan dasar yang dimiliki siswa, baik tanpa hambatan maupun dengan kekhususan. kebutuhan (ABK).

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, meskipun pendidikan inklusi merupakan layanan pendidikan yang tersedia bagi semua siswa tanpa terkecuali, modul pelatihan pendidik inklusi ini berfokus pada pengembangan kompetensi guru dalam rangka meningkatkan layanan bagi siswa penyandang disabilitas. Saat ini, penyandang disabilitas merupakan penerima manfaat utama dari sistem pendidikan inklusif, karena kelompok penyandang disabilitas menghadapi hambatan terbesar untuk berpartisipasi di sekolah. Tujuan utama modul, yaitu mendidik guru madrasah inklusi dalam mengelola, melaksanakan, dan membangun madrasah inklusi, diproyeksikan akan tercapai melalui penggunaannya sebagai panduan pelatihan pendidik inklusi.

Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) pada kompetensi kewirausahaan ini diharapkan dapat membekali kepala madrasah dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan kreatif. Melalui kegiatan ini nilai-nilai kewirausahaan inovatif, kreatif, bekerja keras, pantang menyerah, motivasi berprestasi tinggi, berani mengambil risiko, memiliki kreativitas untuk selalu mencari solusi terbaik dan berkarakter religius dapat tumbuh dan berkembang secara efektif dalam pengelolaan madrasah yang unggul.

Kepala madrasah yang memiliki karakter religius dan nilai-nilai jiwa kewirausahaan yang tinggi dapat menjadi teladan nyata, inspirator, menumbuhkan lingkungan belajar kondusif dan mampu mewujudkan visi serta misi kemajuan madrasah.

Kepemimpinan kepala madrasah yang kompeten, profesional dan religiusitas tinggi akan fokus pada solusi dinamis terhadap setiap perubahan yang cepat dan mendasar diera kehidupan global. Pemberdayaan ide baru, kreativitas, inovasi yang dilakukan sepenuh hati-ikhlas dengan pemanfaatan teknologi informasi mutlak diperkuat untuk mencapai madrasah yang maju dan menjadi rujukan.

Kepala madrasah yang bernaluri wirausaha mampu mengembangkan potensi madrasah dan membangun budaya-lingkungan belajar secara efektif serta terampil berkolaborasi dengan semua elemen kewirausahaan dan stakeholders.

Sosok kepala madrasah harus mampu menangkap ide, gagasan kreatif keseharian yang murah, meriah dan menginspirasi sehingga bernilai trust, wirausaha kreatif-mandiri, citra, dan menciptakan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik melalui kegiatan kewirausahaan produktif dan sebagai sumber.

Kepala madrasah harus memiliki komitmen kesadaran hidup beribadah, mengabdi, bersyukur, berbagi, dan berkarakter religius tinggi dalam mempersiapkan, membentuk wirausaha masa depan yang memiliki kemandirian. Dengan mempelajari modul pengembangan keprofesian berkelanjutan kewirausahaan ini, peserta sebagai kepala madrasah diharapkan dapat mengelola program dan merealisasikan kewirausahaan secara dinamis, digital dan efektif.

Kepala madrasah harus memiliki strategi yang menjadikan kreativitas dan inovasi sebagai hal yang mendasar untuk menghasilkan ide baru, langkah terdepan untuk meningkatkan nilai tambah, kompetitif dan unggul dalam kompetisi lokal-global. Belajar bagi warga madrasah. Kepala madrasah harus memiliki komitmen kesadaran hidup beribadah, mengabdi, bersyukur, berbagi, dan berkarakter religius tinggi dalam mempersiapkan, membentuk wirausaha masa depan yang memiliki kemandirian.

Dengan mempelajari modul pengembangan keprofesian berkelanjutan kewirausahaan ini, peserta sebagai kepala madrasah diharapkan dapat mengelola program dan merealisasikan kewirausahaan secara dinamis, digital dan efektif. Kepala madrasah harus memiliki strategi yang menjadikan kreativitas dan inovasi sebagai hal yang mendasar untuk menghasilkan ide baru, langkah terdepan untuk meningkatkan nilai tambah, kompetitif dan unggul dalam kompetisi lokal-global.

Silahkan Download MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIONALAN BERKELANJUTAN (PKB) KEPALA MADRASAH di bawah ini:

Kompetensi Manajerial DOWNLOAD

Kompetensi Supervisi Akademik DOWNLOAD

Kompetensi Wira Usaha DOWNLOAD

Pelatihan Pendidik Inklusi DOWNLOAD

Posting Komentar