Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

STRATEGI IMPLEMENTASI PROTOTYPE KURIKULUM

STRATEGI IMPLEMENTASI PROTOTYPE KURIKULUM - PELAJAR MEDIA

Dalam rangka meningkatkan keterampilan siswa dan membangun karakter, kurikulum prototipe merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang mendukung pemulihan pembelajaran berbasis proyek. Dalam kurikulum prototipe, ada tujuh cara di mana siswa diajarkan, seperti berikut:

Strategi Implementasi Kurikulum Prototype


1. Desain dan Organisasi Program (Struktur Kurikulum)

Dengan Profil Siswa Pancasila yang akan dijadikan sebagai model bagi terciptanya tujuan pembelajaran dan penilaian berdasarkan standar isi, standar proses, dan standar penilaian.

2. Capaian Pembelajaran (CP).

Kata-kata kurikulum KI dan KD diganti dengan Capaian Pembelajaran, yang menggambarkan kemampuan dan sikap yang perlu dimiliki siswa untuk mencapai potensi penuh mereka.

3. Belajar Melalui Tema

Kurikulum baru ini memiliki cakupan tema yang jauh lebih luas dari kurikulum lama, yaitu terbatas pada SD/MI dan kelas 4, 5, dan 6. Tingkat SMP/MTs dan SMA/MA dapat menggunakan pembelajaran tema, dan siswa SD dapat menggunakan pembelajaran berbasis mata pelajaran dalam kurikulum ini.

4. Penjadwalan Jam Pelajaran

Dalam kurikulum ini, jumlah jam pelajaran per tahun telah ditentukan sebelumnya sehingga sekolah dapat menyesuaikan rencana pelajaran mereka untuk memenuhi kebutuhan siswa mereka.

5. Belajar dalam Kelompok

Peserta didik dari berbagai disiplin ilmu pembelajaran berbasis proyek akan dapat menggunakan pembelajaran ini untuk membangun profil pribadi mereka sendiri dan menggabungkan kemampuan dasar yang telah mereka pelajari.

6. Topik terkait TIK

Misalnya, mata pelajaran TIK akan diajarkan kembali ke informatika di tingkat SMP/MTS, di mana pendidik umum akan dapat mendidik tanpa adanya guru informatika. Ada juga publikasi atau modul dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sangat mudah diakses oleh pengajar dan mahasiswa dalam mempelajari informatika.

7. Mata Pelajaran di Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

Kurikulum ini akan diajarkan secara bersama-sama dalam IPAS di kelas empat, lima, dan enam sekolah dasar, yang selama ini memiliki topik IPA dan IPS yang terpisah. Berbeda dengan SMA jurusan IPA, IPS, dan bahasa, dalam kurikulum ini siswa akan dapat memilih kelas mereka sendiri di kelas 10. Kemudian, di kelas sebelas dan dua belas, siswa memilih pilihan mereka sendiri dari yang wajib. kelompok mata pelajaran dan dari kelompok Sains, Ilmu Sosial, Bahasa, dan Keterampilan Kejuruan.

Sekilas mengenai Karakter Kurikulum pada masing-masing jenjang

1. Pendidikan Anak Usia Dini

  • Penguatan pembelajaran melalui kegiatan bermain.
  • Latihan bermain-belajar berbasis buku anak untuk literasi dini dan pembentukan karakter.
  • Untuk memperkuat kesiapsiagaannya poin ketiga adalah fase pondasi.
  • Profil Siswa Pancasila diperkuat melalui pembelajaran berbasis proyek yang berlangsung selama PHBI dan tradisi lokal.

2. Sekolah Dasar, memperkuat kompetensi yg mendasar & pemahamn holistik

  • Ilmu alam dan ilmu sosial digabung menjadi disiplin ilmu alam dan ilmu sosial untuk lebih memahami lingkungan sekitar (IPAS).
  • Pemikiran komputasional sedang diintegrasikan dengan bahasa Indonesia, matematika, dan ilmu pengetahuan alam.
  • Siswa dapat mengambil mapel opsional dalam bahasa Inggris.
  • Pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan profil Pancasila Setidaknya dua kali setahun, siswa berpartisipasi dalam program ini.


3. SLTP

  • Kelas informatika telah menjadi wajib sebagai akibat dari pesatnya pertumbuhan teknologi digital.
  • Kedua, telah dibuat buku pegangan untuk instruktur Informatika untuk membantu guru pemula, sehingga guru topik tidak memerlukan latar belakang pendidikan informatika.
  • Meningkatkan visibilitas Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek Setidaknya tiga kali setahun, siswa diuji.


4. SLTA.

  • Tidak ada program peminatan atau jurusan.
  • Kedua, di kelas 10, siswa kami memiliki kesempatan untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil di kelas 11. Siswa SMP akan terbiasa dengan materi yang dibahas.
  • Ketika siswa berada di kelas sebelas dan dua belas, mereka harus mempelajari topik-topik dari Kelompok Mata Pelajaran Wajib serta pilihan dari kelompok matematika, ilmu sosial, bahasa, dan keterampilan kejuruan.
  • Siswa diminta untuk menghasilkan esai ilmiah sebagai bagian dari persyaratan kelulusan mereka, dan pembelajaran berbasis proyek digunakan untuk tujuan itu setidaknya tiga kali per tahun akademik.


5. SMK

  • Dalam hal pendidikan, tempat kerja juga memiliki peran untuk pengembangn pembelajarn.
  • Kerangkanya lebih lugas, karena hanya ada dua jenis mata pelajaran: umum dan khusus panggilan. Antara 60% dan 70% siswa diklasifikasikan sebagai kejuruan.
  • Integrasi disiplin ilmu yang relevan ke dalam pembelajaran berbasis proyek.
  • Selama minimal enam bulan, mahasiswa harus mengikuti Praktek Kerja Lapang (PKL) (1 semester).
  • Siswa dapat mengambil kelas di luar bidang keahliannya.
  • Proyek peningkatan profil Siswa Pancasila serta lingkungan kerja untuk peningkatan soft skill akan diberikan waktu tambahan (berkarakter dari dunia kerja).


6. SLB.

  • Hasil belajar pendidikan luar biasa disesuaikan secara eksklusif dengan kebutuhan siswa tunagrahita.
  • Dengan menggunakan ide adaptasi kurikulum, anak-anak di sekolah luar biasa tanpa cacat intelektual dapat mencapai hasil belajar yang sama seperti siswa di sekolah biasa.
  • Tiga. Pembelajaran berbasis proyek digunakan untuk meningkatkan siswa Pancasila di sekolah luar biasa dengan cara yang sama seperti sekolah biasa, tetapi dengan penekanan yang berbeda pada kedalaman isi dan kegiatan untuk memenuhi fitur dan kebutuhan unik siswa di sekolah luar biasa.


Adaptasi dan Implikasi Pengurangan Risiko.

Jam pengajaran dan tunjangan untuk guru.

  • Guru dengan beban mengajar yang lebih rendah, seperti yang bertanggung jawab atas proyek yang bertujuan untuk meningkatkan profil publik siswa Pancasila, diberi tanggung jawab mengajar ekstra.

linearitas Mapel.

Menurut kerangka kurikulum prototipe, instruktur yang memiliki latar belakang informatika atau MIPA dapat mengajar mapel teknologi informasi.

Kemampuan Guru dan Sekolah Distrik dalam Menerjemahkan Kurikulum dan Pembelajaran Sekolah.

  • Membantu komite pembelajaran (Guru, Kepala Sekolah) Sekolah, dan Pengawas dengan pelatihan dan dukungan.
  • Mengajar dan belajar dari satu sama lain dengan menyediakan platform teknologi.


Materi Sosialisasi Kurikulum Prototipe DOWNLOAD

Materi Kurikulum Prototipe DOWNLOAD

Dirjen GTK Strategi Pengembangan GTK untuk Kurikulum Prototipe DOWNLOAD

Paparan Webinar Penguatan PA Kurikulum PPB DOWNLOAD


Strategi Implementasi Kurikulum Prototipe dengan demikian dikomunikasikan oleh siswa melalui penggunaan media. Kami harap artikel ini bermanfaat bagi Anda; kami ucapkan terima kasih sudah mampir.

Posting Komentar untuk "STRATEGI IMPLEMENTASI PROTOTYPE KURIKULUM"