HEADLINE
---

MODUL PEMBELAJARAN KIMIA SLTA

PELAJAR MEDIA - MODUL PEMBELAJARAN KIMIA SLTA

Kompetensi dan kinerja guru secara bertahap, bertahap, dan berkelanjutan sangat penting untuk dijalankan. Hal ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Menurut Pasal 1 ayat 1, guru adalah pendidik profesional yang tanggung jawab utamanya mendidik, mengajar, membimbing, melatih, mengevaluasi, dan meningkatkan pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, alur Pendidikan Formal, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Instruktur profesional harus memiliki kompetensi sebagai berikut: kompetensi pendidikan, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Berdasarkan hasil UN 2019 mata pelajaran Kimia di Madrasah, masih terdapat penguasaan materi dengan daya serap kurang dari 55, termasuk materi tentang Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur yang tergabung dalam Kimia Dasar dan Kimia Anorganik. kelompok materi. Indikator "menganalisis grafik hubungan antara kualitas periodik dan nomor atom berdasarkan konfigurasi elektron keempat unsur" pada tabel periodik unsur menunjukkan daya serap sebesar 20,96, lebih rendah dari SMA sebesar 23,88. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan kegiatan kerjasama, seperti PKB, melalui MGMP Kimia khususnya, untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja instruktur kimia di madrasah. Salah satunya adalah pengembangan modul yang dapat digunakan sebagai panduan implementasi PKB.

Gambar 1.1. Unit Pembelajaran 1 - Modul Pembelajaran Kimia SLTA


PELAJAR MEDIA - MODUL PEMBELAJARAN KIMIA

Tujuan pembuatan MODUL PEMBELAJARAN KIMIA ini adalah untuk:

  1. meningkatkan kompetensi pedagogik melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan; 
  2. peningkatan kemampuan profesional guru melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). 
  3. temuan peningkatan Penilaian Kompetensi Guru 
  4. membantu guru dan siswa dalam menyusun kurikulum dan melaksanakan pembelajaran.
Keunggulan MODUL PEMBELAJARAN KIMIA ini adalah sebagai berikut: 

  1. Sebagai sumber belajar bagi pengajar yang menggunakan PKB. 
  2. Sebagai nara sumber bagi pengajar dalam pengembangan kurikulum, persiapan, dan pelaksanaan pembelajaran. 
  3. Sebagai sumber untuk melakukan evaluasi diri guru. 
  4. Sebagai nara sumber untuk mengatur dan melaksanakan kegiatan kemahasiswaan. 
  5. Sebagai sumber belajar bagi siswa yang mencapai kemampuan dasar.
Kompetensi Pedagois Pendidik:

  1. Memahami sifat fisik, moral, sosial, budaya, emosional, dan intelektual siswa. 
  2. Pengetahuan teori belajar dan kemampuan mengajarkan konsep belajar. 
  3. Kurikulum yang berkaitan dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diajarkan 
  4. Merencanakan dan menyelenggarakan pembelajaran pendidikan. 
  5. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk tujuan pendidikan. 
  6. Memfasilitasi tumbuhnya potensi siswa agar dapat mewujudkan potensi yang dimiliki yang beragam. 
  7. Berkomunikasi dengan murid secara efektif, simpatik, dan baik hati. 
  8. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. 
  9. penilaian dan evaluasi hasil untuk kepentingan pembelajaran 
  10. Mengambil tindakan bijaksana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kompetensi sebagai Guru Profesional:

  1. Menguasai isi, struktur, gagasan, dan sikap ilmiah yang melandasi topik yang diajarkan. 
  2. Penguasaan kriteria kompetensi dan keterampilan dasar pada mata pelajaran/bidang pengembangan yang diajarkan. 
  3. meningkatkan materi pembelajaran yang diajarkan secara kreatif 
  4. Mengembangkan profesionalisme dalam jangka panjang dengan melakukan kegiatan reflektif. 
  5. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan berkembang.

Ruang Lingkup Materi

Ruang lingkup materi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur di Madrasah Aliyah meliputi:

1.      Teori Atom Mekanika Kuantum
2.      Bilangan Kuantum
3.      Konfigurasi Elektron
4.      Perkembangan Pengelompokan Unsur
5.      Tabel Periodik Unsur
6.      Sifat Periodik Unsur

Aplikasi dalam Kehidupan

Perkembangan teori atom, sangat penting dipelajari untuk mengetahui bagaimana para ilmuwan bekerja untuk mendapatkan teori dan hukum. Dengan melihat proses tersebut, dapat disampaikan kepada peserta didik bahwa untuk menghasilkan sesuatu diperlukaan kerja keras dan sungguh-sungguh, serta tidak mudah putus asa. Nilai-nilai ini perlu disampaikan kepada peserta untuk dijadikan motivasi dalam belajar kimia.

Sejalan dengan perkembangan teori atom, unsur kimia dikelompokkelompokkan berdasarkan kemiripan sifatnya. Sebelum diperoleh tabel periodic modern atau bentuk panjang yang dipakai sekarang ini, pengelompokan unsur berproses dari pengelompokan logam dan non logam, triade, oktaf, tabel periodic bentuk pendek, sampai akhirnya diperoleh tabel periodik bentuk panjang yang dipakai sekarang ini.

Petunjuk Penggunaan

Agar Anda berhasil dengan baik dalam mempelajari dan mempraktikkan modul ini, ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut:

1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan sampai Anda memahami benar tujuan mempelajari Unit Pembelajaran ini.

2. Pelajarilah dengan seksama bagian target kompetensi sehingga Anda benarbenar memahami target kompetensi yang harus dicapai baik oleh diri Anda sendiri maupun oleh peserta didik.

3. Kegiatan Pembelajaran untuk menyelesaikan setiap Unit Pembelajaran dilakukan melalui moda Tatap Muka In-On-In sebagai berikut:

a. Kegiatan In Service Learning 1. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka untuk mengkaji materi bersama fasilitator dan teman sejawat. Aktivitas yang dilakukan di antaranya:

1) Melakukan analisis kurikulum dan analisi hasil belajar peserta didik dari skor Ujian Nasional (UN) atau sumber lain untuk mengetahui kebutuhan kompetensi peserta didik.

2) Mempelajari konten materi ajar dan mendiskusikan materi ajar yang sulit atau berpeluang terjadi miskonsepsi.

3) Mempelajari dan mendesain pembelajaran yang sesuai dengan daya dukung madrasah dan karakteristik peserta didik.

4) Mempelajari dan membuat LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

5) Mempersiapkan intrumen penilaian proses dan hasil belajar.

6) Dalam kegiatan ini, dapat juga dilakukan rencana pengambilan data untuk dikembangkan menjadi Penelitian Tindakan Kelas.

b. Kegiatan On The Job Learning. Pada tahap ini, Anda dapat mengkaji kembali uraian materi secara mandiri dan melakukan aktivitas belajar di madrasah berdasarkan rancangan pembelajaran, LKPD, dan instrument penilaian yang telah dipersiapkan pada kegiatan In Service Learning 1.

Buatlah catatan-catatan selama pelaksanaan pembelajaran sebagai bahan refleksi pada kegiatan In Service Learning 2 atau sebagai data hasil PTK. Modul ini dapat Anda kembangkan lebih luas lagi, sesuai dengan kebutuhan pada masing-masing madrasah. Bagian yang masih dapat dikembangkan antara lain bahan ajar dan LKPD. Kegiatan In-On-In sangat penting dilakukan untuk refleksi agar pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih baik.

Modul ini dapat Anda kembangkan lebih luas lagi, sesuai dengan kebutuhan pada masing-masing madrasah. Bagian yang masih dapat dikembangkan antara lain bahan ajar dan LKPD. Kegiatan In-On-In sangat penting dilakukan untuk refleksi agar pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih baik.

PELAJAR MEDIA - MODUL PEMBELAJARAN KIMIA

DOWNLOAD PELAJAR MEDIA - MODUL PEMBELAJARAN KIMIA DI BAWAH INI:

UP 1 STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR_REV

UP 2 IKATAN KIMIA_REV

UP 3 GEOMETRI MOLEKUL_REV

UP 4 TERMOKIMIA_REV

UP 5 LAJU REAKSI_REV

UP 6 KESETIMBANGAN_REV

UP 7 ASAM BASA_REV

UP 8 KESETIMBANGAN ION_REV

UP 9 TITRASI ASAM BASA_REV

UP 10 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN_REV

UP 11 REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA_REV

UP 12 KIMIA KARBON_REV


Baca Juga Modul PKB SLTA:

BAHASA INDONESIA (DOWNLOAD)

BAHASA INGGRIS (DOWNLOAD)

BIMBINGAN DAN KONSELING (DOWNLOAD)

BIOLOGI (DOWNLOAD)

EKONOMI (DOWNLOAD)

FISIKA (DOWNLOAD)

KIMIA (DOWNLOAD)

MATEMATIKA (DOWNLOAD)

Posting Komentar