HEADLINE
---

PPT NUMERASI UP 2 Growth Mindset

PELAJAR MEDIA - UP 2 Growth Mindset - Ada banyak alat bantu belajar, sumber daya, dan materi yang harus disiapkan oleh pengajar dan oeserta sebelum mereka dapat mulai mempelajari atau mempraktekkan modul di Growth Mindset Learning Unit (UP). Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

Gambar 1.1. PPT Numerasi MI UP 2: Growth Mindset


  1. Bacalah pendahuluan dengan cermat sampai Anda memahami tujuan keseluruhan Unit Studi ini. 
  2. Perhatikan baik-baik bagian tujuan kompetensi untuk memastikan bahwa Anda benar-benar memahami target kompetensi yang harus dipenuhi baik oleh diri sendiri maupun peserta. 
  3. Kegiatan pembelajaran berikut dilakukan dalam mode Tatap Muka In-On-In agar berhasil menyelesaikan setiap Unit Pembelajaran: 
A. Kegiatan Belajar IN-1. Untuk mengevaluasi informasi dengan fasilitator dan rekan, kegiatan ini dilakukan dengan tatap muka. Berikut kegiatan yang diselesaikan: 
  • review materi dan praktek dengan materi yang tercakup dalam modul ini. 
  • Pertimbangkan bagaimana penerapannya di kelas atau madrasah. 
  • Jika ada LKPD dan lengkap, maka silahkan selesaikan 
B. Kegiatan Belajar ON-1. Materi pembelajaran sekarang dapat ditinjau secara individual, dan Anda dapat melakukan kegiatan pembelajaran di madrasah berdasarkan kegiatan pembelajaran dan LKS yang telah dikembangkan. Melacak kemungkinan dan hambatan yang ditemukan selama pelaksanaan pembelajaran dan data pendukung sangat penting untuk keberhasilan. Hasil LKS dan tugas lainnya dilampirkan sebagai bukti nyata bahwa Anda telah menyelesaikan semua tugas di Unit Pembelajaran sebagai bukti pencapaian Anda.

4. Kegiatan Belajar IN-2. Tahap ini dilakukan secara tatap muka dengan fasilitator dan rekan sejawat dalam rangka melaporkan dan melaporkan hasil kegiatan atas kemajuan yang telah dicapai. Arahkan pembicaraan pada pentingnya refleksi dalam proses kemajuan dan perkembangan belajar.

Dalam setiap pelaksanaan modul ini, Anda harus mempertimbangkan prinsip-prinsip sosial dan inklusivitas tanpa membedakan suku, warna kulit, kelas, jenis kelamin, posisi sosial ekonomi, atau ada tidaknya individu berkebutuhan khusus. Kesetaraan dan inklusi sosial diterapkan kepada pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik serta pemangku kepentingan lainnya. Harus ada pertimbangan yang diberikan ketika percakapan harus dilakukan secara terpisah untuk pria dan wanita, bukan melakukannya secara bersamaan. Hal ini terutama berlaku dalam proses diskusi kelompok ketika laki-laki dan perempuan hadir. Anda juga harus memberikan perhatian khusus pada tingkat keterlibatan setiap murid untuk menghindari munculnya hubungan yang setara di antara mereka.



Target Kompetensi Guru - PPT NUMERASI UP 2 Growth Mindset


PPT NUMERASI UP 2 Growth Mindset
Gambar 1.2. Target Kompetensi Guru - PPT NUMERASI UP 2 Growth Mindset

Target Kompetensi Siswa - PPT NUMERASI UP 2 Growth Mindset


PPT NUMERASI UP 2 Growth Mindset
Gambar 1.3. Target Kompetensi Siswa - PPT NUMERASI UP 2 Growth Mindset

Tujuan PPT NUMERASI UP 2 Growth Mindset

Peserta akan dapat:
mempromosikan pembelajaran untuk menanamkan Pola Pikir Bertumbuh
Berikan contoh pola pikir tetap dan berkembang dalam kaitannya dengan berhitung.
Buat rencana pelajaran dengan mempertimbangkan Pola Pikir Berkembang.

Ini bukan hanya tentang teknik dan prosedur pengajaran yang benar; ini juga tentang sikap yang diambil oleh instruktur dan siswa dalam hal pola pikir mereka sendiri. Mendekati pemikiran siswa sejak awal akan berdampak jangka panjang bagi kehidupan siswa. Carol Dweck, seorang psikolog di Universitas Stanford, dikenal luas sebagai pencetus istilah "pola pikir berkembang", dan pendekatan berpikir ini dipisahkan menjadi dua jenis, mentalitas tetap dan pola pikir berkembang.

Untuk menumbuhkan mindset berkembang di kalangan siswa di kelas reguler, Salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan seorang guru adalah lebih fokus pada proses pembelajaran daripada produk akhir. Siswa harus dievaluasi dalam perencanaan, metode, upaya, kemajuan, dan teknik mereka untuk menangani masalah. Relatif terhadap kemampuan atau prestasi seseorang. Kedua, mengembangkan suasana kelas yang memaafkan kesalahan.

Selama anak-anak didorong untuk bertanya dan belajar, mereka tidak akan takut untuk membuat kesalahan sendiri. Ketiga, mengajukan ujian. Siswa harus ditantang secara memadai di kelas untuk membuat mereka tetap terlibat. Ajari mereka bahwa tugas yang menantang adalah kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kognitif mereka dan mendapatkan pengetahuan baru. Tetapkan standar tinggi untuk diri sendiri. Anda harus menjelaskan kepada murid-murid Anda bahwa Anda menuntut banyak dari mereka dan bahwa mereka akan terus-menerus mendapatkan umpan balik untuk membantu mereka berkembang.

Sangat penting bagi siswa untuk menumbuhkan mindset berkembang untuk mencapai tingkat keberhasilan akademik yang lebih tinggi. Guru yang sukses seringkali memiliki mentalitas pertumbuhan. Siswa di madrasah akan mendapat manfaat dari ini. Lihatlah gambar ini.

Hal serupa muncul dari penelitian Sanders and Rivers: instruktur berkinerja tinggi memiliki dampak signifikan pada keberhasilan siswa antara usia 8 dan 11 tahun (kelas 2-5 MI). Guru memiliki peran penting dalam membantu siswa memenuhi potensi mereka, dan ini harus ditanggapi dengan serius.



Pengamalan dalam kehidupan

Penting bagi guru untuk menghindari mengadopsi mentalitas tetap, yang menyatakan bahwa kecerdasan, karakter, dan kemampuan kreatif siswa adalah intrinsik dan tidak dapat diubah. Siswa yang mengalami gaya mengajar ini menyimpulkan hal yang sama: dia paling peduli untuk terlihat berpendidikan. Akibatnya, mereka menghindari tantangan baru karena mereka dianggap bodoh jika gagal. Ketika mereka gagal atau tidak tahu jawaban atas suatu pertanyaan, mereka biasanya merasa malu.

Bagi pendidik, mengadopsi strategi Growth Mindset atau mindset berkembang berarti menekankan gagasan bahwa kecerdasan, kepribadian, dan karakter seseorang dapat berkembang dan berkembang dalam menghadapi rintangan dan kemunduran. Keberhasilan atau kegagalan seorang siswa tidak hanya diukur dari seberapa baik mereka melakukannya, tetapi seberapa baik mereka belajar dari kesalahan mereka dan bagaimana mereka tumbuh dari kesalahan itu.

Akan selalu ada ruang untuk perbaikan, tetapi juga akan selalu ada ruang untuk kegagalan. Siswa yang memiliki Growth Mindset berpikir bahwa mereka dapat meningkatkan otak dan kemampuan mereka dengan bekerja keras dan tekun, serta dengan terbuka terhadap saran, kritik, dan bentuk umpan balik lainnya.

Untuk lebih lengkapnya silahkan unduh file materi disini dan Video disini

Demikian PPT NUMERASI UP 2 Growth Mindset  ini saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Download juga File Power Poin PKB MI Bidang Numerasi berikut ini

PPT NUMERASI UP 1 Prinsip Numerasi MI DISINI

PPT NUMERASI UP 2 Growth Mindset DISINI

PPT NUMERASI UP 3 Asesmen DISINI

PPT NUMERASI UP 4 Bilangan (Bagian 1) DISINI

PPT NUMERASI UP 5 Bilangan  (Bagian 2) DISINI

PPT NUMERASI UP 6 Aljabar DISINI

PPT NUMERASI UP 7 PENGUKURAN DISINI

PPT NUMERASI UP 8 GEOMETRI DISINI

PPT NUMERASI UP 9 DATA DAN STATISTIKA DISINI

PPT NUMERASI UP 10 STATISTIKA DAN PELUANG DISINI 


Baca Juga

Modul Numerasi PKB MI DISINI

Modul Literasi PKB MI  DISINI

Modul Sains PKB MI  DISINI

Posting Komentar